
"…Jalan Braga tetep teu robah
teu galideur tahan sajarah
gunta ganti henteu niru cara nu séjén
tuh jalan nu patén héy jalan konsékwén…"
Begitu petikan bait Lagu Jalan Braga yang dipopulerkan oleh Hetty Koes Endang. Jalan yang pada tahun 1900 dinamakan Jalan Pedati (Pedatiweg) setiap tahunnya di gelar festival selama 3 hari dan menjadi sorotan bukan hanya di dalam negeri namun bahkan sampai ke mancanegara.Di jalan Braga pada Jaman Belanda (era 1920-1930-an) banyak ditemukan toko-toko dan butik yang menjual pakaian yang mengambil model dari Paris, Perancis. Yang dari sanalah lahir pula sebutan Parisj Van Java.
Braga Festival adalah event lokal di Kota Bandung, pemerintah Kota Bandung secara rutin menggelar Braga Festival sejak tahun 2005. Event ini menjadi ritual kota bandung yang sangat dinantikan setiap tahunnya.
Braga Festival memotret suatu kecenderungan kuat tentang kreativitas yang terjadi di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Braga merupakan representasi dari kekuatan kecenderungan tersebut, terutama tentang nilai-nilai yang berkembang, baik itu dalam karya-karya seni, produk industri kreatif, fashion maupun kuliner. Bagi pelaku usaha, braga festival memiliki peluang investasi dan prospek yang sangat menjanjikan.
Braga Festival diselenggarakan sebagai upaya untuk menghidupkan Jalan Braga yang secara historis pernah mendapat julukan sebagai "De meest Europeessche winkel straat van Indie" (Jalan Perbelanjaan Bangsa Eropa Terkemuka Di Seluruh Hindia Belanda). Kini jalan braga merupakan kawasan open heritage sekaligus bisnis di Kota Bandung yang memiliki daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kegiatan dalam Braga Festival yang akan digelar biasanya berupa pertunjukan dan workshop dari berbagai komunitas kreatif di Kota Bandung, pagelaran seni tradisional dan komteporer: Atraksi Seni, sulap, fashion show, pameran seni rupa dan sastra, pagelaran musik tradisional dan kontemporer (Pop, Keroncong, balada, Rock, Rock'n Roll, blues, Jazz, alternatif, World music, hingga musik Indie), pameran produk-produk kreatif, kriya, fashion, batik, Factory Outlet (FO) dan Distro. Pameran Cinderamata dan produk-produk kreatif khas Kota Bandung. Pesta Kuliner makanan dan minuman khas Kota Bandung dan Jawa Barat. Teater, Happening Art, Film Indie, arena anak-anak, berbagai perlombaan dan sebagainya.
Braga Festival 2012 yang digelar Forum Estetika Kota (Festa) Bandung kali ini menyajikan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya, dengan tema ‘People to People’. People to People merupakan konsep diplomasi yang dilakukan oleh publik untuk menguatkan hubungan internasional sehingga bisa menggalang inisiatif untuk saling berhubungan dan berkomunikasi. Festival terbesar se-Jawa Barat ini akan melibatkan kota-kota di negara lain sebagai pengisi acara dan pengisi pameran. Kota-kota yang tergabung itu berasal dari negara Malaysia, Cina, Korea, Jerman, dan Jepang. Pemanfaatan publik dengan melibatkan warga Braga juga dilakukan untuk mengoptimalkan acara tersebut.
event Bragfest yang digelar pada 28-30 September 2012 kali ini lebih mengarah pada sharing pengetahuan dengan melibatkan komunitas kreatif Bandung dan luar. Sehingga festival ini didalamnya mengandung muatan konten yang informatif, inspiratif dan aspiratif. Sama seperti tahun sebelumnya Braga Festival juga menyajikan pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, instalasi seni rupa, pameran foto, pasar rakyat, produk kreatif, konser musik, pameran kuliner, pemutaran film indie dan lain sebagainya.
Kali ini titik lokasi pameran ditambah mulai dari Cikapundung Timur, Braga Pendek, Braga Panjang hingga Suniaraja. Di area Braga CityWalk akan dimeriahkan oleh eksibisi dari 5 kota sister city dan pemutaran film indie.

THAMPIAZ Street Dancer Papua in Final Battle Braga CityWalk
selengkapnya...Aishitenai (ABC) - Peppermint Live @ Braga CityWalk
selengkapnya...